Jamur Berkhasiat Cegah Penuaan

LENSA JATENG – Sebuah penelitian baru menunjukkan, bahwa jamur mengandung senyawa penguat kesehatan tingkat tinggi yang dapat membantu melawan penuaan. Tim ilmuwan menemukan 13 spesies jamur yang dapat dimakan, mengandung sejumlah besar antioksidan. Ada zat yang berpotensi menghilangkan zat lainya yang merusak, seperti radikal bebas yang ada di dalam tubuh.

Teorinya adalah, radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil yang bereaksi dengan zat lain di dalam tubuh untuk merusak sel, protein, dan bahkan DNA. Selain itu juga dapat menciptakan sesuatu yang tidak normal.

Zat yang sangat reaktif ini berjalan melalui tubuh untuk berpasangan dengan elektron lain, menyebabkan tubuh mengalami  oksidasi. Menurut penulis studi, Robert Beelman, pengisian ulang tubuh dengan antioksidan membantu melindungi dari stres. Ia dan timnya menemukan, jamur mengandung dua antioksidan, ergothioneine dan glutathione.
Beelman, direktur Penn State Center for Plant and Mushroom Products for Health, dilansir dari laman BT, Sabtu (11/11) menyatakan bahwa tanpa diragukan lagi, jamur adalah sumber diet tertinggi dari kedua antioksidan tersebut yang digabungkan, dan beberapa jenis benar-benar dikemas dengan keduanya.

Bahkan ada sebuah teori penuaan radikal bebas yang sudah lama ada, yang mengatakan ketika kita mengoksidasi makanan kita untuk menghasilkan energi, ada sejumlah radikal bebas yang dihasilkan (yang merupakan produk sampingan dari tindakan tersebut dan banyak diantaranya) adalah cukup beracun.

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan dalam tubuh, seperti dikaitkan dengan banyak penyakit penuaan, seperti kanker, jantung koroner dan Alzheimer. Untuk itu, jamur porcini ditemukan mengandung kadar antioksidan tertinggi (spesies ini sangat populer di Italia di mana pencariannya telah menjadi hiburan nasional), sedangkan jamur kancing putih memiliki jumlah terendah.

Di samping itu, menurut Beelman, jamur yang telah dimasak tampaknya tidak mempengaruhi senyawa secara signifikan. Ia menambahkan, penelitian di masa depan harus melihat adanya peran ergothioneine dan glutathione, yang mungkin berpengaruh dalam penurunan kemungkinan penyakit neurodegeneratif, seperti Parkinson dan Alzheimer.

Sumber : Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *