Indonesia Masih Butuh Banyak Filolog

LENSA JATENG – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia menyatakan Indonesia membutuhkan banyak filolog untuk menerjemahkan naskah lokal peninggalan zaman kuno.

Kepala Perpusnas Republik Indonesia Muhammad Syarif Bando pada pembukaan Festival Naskah Nusantara III di Gedung Auditorium Universitas Sebelas Maret Solo pada September 2017 mengatakan bahwa untuk menggali naskah kuno dibutuhkan banyak filolog, dengan begitu pesan yang ada pada naskah kuno ini dapat dipahami oleh generasi milenial.

Meski tidak menyebutkan jumlah filolog yang saat ini ada di Indonesia, dikatakannya keberadaan filolog tersebut masih kurang sehingga sangat dibutuhkan. Pihaknya mengatakan dalam hal ini Indonesia bukan hanya membutuhkan 100-500 filolog tetapi hingga ribuan.

Bukan hanya kebutuhan untuk mengkaji agar pesan dari naskah bisa dikirim kepada masyarakat tetapi juga dengan keberadaan filolog ini naskah makin berkembang di internasional mengingat perkembangan era sekarang sangat masif dari era cetak ke digital.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi mengatakan dengan diadakannya Festival Naskah Nusantara III di Kampus UNS, diharapkan masyarakat bisa mengetahui isi dari naskah kuno.

Ke depan, Ravik berkeinginan UNS bisa membuka program studi filolog, dengan demikian UNS bisa memberikan kontribusi pada kebutuhan filolog di Indonesia.

Nah, bagi yang berminat menjadi seorang filolog. Inilah saatnya berkarya nyata.

Sumber : Antarajateng.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *